Langsung ke konten utama

“Memenuhi Kebutuhan Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi”

 

Lulu Yudhisinta Nuranggeraini., Kons

CGP Angkatan 2 Bandar Lampung

 Tugas 2.1.a.9 koneksi antar materi

 

Peserta didik adalah individu yang terdiri dari berbagai karakteristik dengan pembawaan dan latar belakang kehidupan yang beragam, mereka terlahir dengan karakteristik berbeda antara satu anak dengan anak yang lain, bahkan anak yang kembar sekalipun juga memiliki karakter yang  berbeda.

Manusia merupakan kesatuan antara jasmani dan rohani yang kompleks terdiri dari banyak aspek yaitu jasmani, intelektual, emosi, sosial, yang membentuk keunikan pada setiap orang.

Maka Orang tua sebagai pendidik non formal dan para pendidik sebaiknya berusaha memberikan perlakuan adil yang beragam terhadap anak-anak atau peserta didik.

Dalam modul 2 Pembelajaran Berdiferensiasi yang saya pelajari, saya memahami ternyata tidak hanya kami saja sebagai konselor sekolah yang diarahkan agar senantiasa memahami Perbedaan peserta didik.

Di modul tersebut semua pendidik diminta untuk lebih memiliki memperhatkan keberagaman latar belakang yang dimiliki peserta didik. baik dari profil diri yang berbeda antar satu anak dengan anak yang lain dan berbagai minat peserta didik.

Sehingga dapat memberikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, kemudian proses belajar menjadi lebih mudah dan lebih menyenanangkan.

Karakteristik peserta didik yang beragam  dipengaruhi oleh perkembangan peserta didik sejak masa konsepsi saat peserta didik masih berada didalam kandungan atau rahim seorang ibu sampai ia lahir, tumbuh dengan tantangan dan kesempatan yang diberikan oleh lingkungannya.

Pengaruh lingkungan sangat penting. Lingkungan yang baik akan menjadikan anak memiliki jati diri sebagai orang baik, sebalinya lingkungan yang tidak baik membawannya menjadi yang kurang baik.

Ki Hajar Dewantara mengajarkan para pendidik baik pendidik formal dan informal agar dapal mendidik anak menggunakan metode yang masih relevan hingga saat ini yaitu memperhatikan 3Hak anak yaitu:

1.hak setiap anak untuk mengatur diri sendiri; 

2.hak bersama dengan tertib dan damai; 

3 hak bertumbuh sesuai kodrat.

Pendidik memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara terbaik yang sesuai untuk mereka.

Melalui pembelajaran berdiferensiasi, peserta didik akan dapat memaksimalkan potensi diri mereka, peserta didika akan dapat belajar tentang berbagai nilai-nilai kehidupan yang penting.

Nilai-nilai tentang damainya perbedaan, nilai mengenai pentingnya saling menghargai, berbagai makna baru dari kesuksesan, memahami kekuatan yang ada pada diri, berbagai kesempatan yang setara, kemerdekaan dalam belajar dan berbagai nilai penting lain yang akan membantu berkembanya diri peserta didik secara holistik atau secara utuh.

Maka dari itu sangat penting untuk para Guru mata pelajaran, wali kelas dan konselor. Agar memahami cara proses pembelajaran berdiferensiasi yang memungkinkan dapat dilakukan. sehingga Pendidik dapat mengelola secara dinamis dan efektif materi-materi yang diajarkan.

Dalam pembelajaran berdiferensiasi kita tidak melakukan perubahan dalam kurikulum, tetapi dengan pembelajaran berdiferensiasi akan memudahkan kita memahami peserta didik dan memudahkan peserta didik memahami materi yang kita ajarkan dengan cara yang menyenangkan bagi peserta didik.

Pendidik dan peserta didik yang saling bersemangat dan senang dalam belajar sehingga iklim profil pelajar pancasila dapat kita rasakan bersama menuju Indonesia maju dan sejahtera

Pembelajaran Berdiferensiasi sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu, memberikan dorongan kepada peserta didik, agar dapat tumbuh berkembang sesuai kodratnya, namun dalam kebebasan tersebut terdapat tuntunan dan bimbingan dari pendidik

Pendidik (guru, konselor dan dosen) di berbagai jenjang pendidikan diharapkan dapat mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, dapat mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Dalam rangka menciptakan lingkungan belajar yang memanusiakan setiap peserta didik yang berada di kelas serta memberikan mereka dukungan dan kesempatan sebaik-baiknya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal

 

                        

Setiap harinya, tanpa disadari pendidik dihadapkan oleh keberagaman yang banyak sekali bentuknya. Pendidik secara terus menerus menghadapi tantangan yang membuat pendidik harus memutuskan banyak hal dalam satu waktu. 

 

Ketrampilan ini banyak yang tidak di sadari oleh para pendidik, karena begitu naturalnya hali ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya pendidik menghadapi tantangan ini. 

 

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

 

Pembelajaran berdiferensiasi tidak membuat pendidik yang berada dikelas dengan peserta didik yang berjumlah 30 orang peserta didik lalu pendidik tersebut menyediakan 30 cara berbeda untuk mengajar 30 peserta didik.

 

Pembelajaran Berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal yang dibuat oleh pendidik yang berorientasi kepada kebutuhan peserta didik.

 

Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

1. Bagaimana pendidik menciptakan lingkungan belajar yang "mengundang" peserta didik untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. kemudian juga memastikan setiap peserta didik di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

2.Kurikulum yang memiliki yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi pendidik dan peserta didik jelas dengan tujuan pembelajaran.

3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana pendidik menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan peserta didik mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, peserta didik mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.

4. Bagaimana pendidik menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan reucana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik tersebut. Misalkan apakah menggunakan sumber yang berbed, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.

5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana pendidik menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. namun juga struktur yang jelas sehingga walaupun mungkin melakuakan kegiatan yang berbed, kelas tetap dapat berjalan dengan efektif.


Memetakan Kebutuhan belajar peserta didik

Dalam buku berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom Tomlinson (2001) mengampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar peserta didik, paling tidak berdasarkan 3 aspek.


Ketiga aspek tersebut adalah:

1. Kesiapan belajar (readiness) peserta didik

2. Minat Peserta didik

3. Profil belajar peserta didik


Sebagai pendidik, kita semua tentu mengetahui bahwa peserta didik akan menunjukan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan ketrampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). 


Lalu jika tugas-tugas yang diberikan tersebut memicu keingin tahuan atau hasrat dalam diri seorang peserta didik (minat) dan jika tugas itu memeberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bekerja dengan cara mereka yang mereka sukai (profil belajar).


Membayangkan kita diposisi peserta didik dan belajar dengan cara pembelajaran diferensiasi, pasti akan terbayang oleh kita bagaimana semangat dan senang kita sebgai peserta didik mengikuti proses belajar. begitu juga denga peserta didik di sewmua sekolah di penjuru Indonesia.

 

Faktor yang mempengaruhi pembelajaran seseorang yang perlu diperhatikan:

      •  Lingkungan : Suhu, tingkat aktifitas, tingkat kebisingan, jumlah cahaya
      • Pengaruh budaya: santai-terstruktur, pendidam-ekspresif,personal-impersonal
      • Visual:belajar dengan melihat(diagram, power poin, catatan, peta, grafik organisator)
      • Audiotori: belajar dengan mendengar (kuliah, membaca dengan keras, mendengarkan musik)
      • Kinestetik: belajar sambil melakukan (bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on)

Beberapa ide yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan minat diantaranya adalah:

      • Memina peserta didik untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan pemahaman dengan menulis lagu, melakukan pertunjujakan atau menari atau bentuk lain sesuai minat mereka
      • Menggunakan teknik Jigsawa dna pembelajaran kooperatif.
      • Meminta peserta didk mempelajari bagaimana sebuah ketrampilan tertentu diaplikasikan dalam kehidupan nyata, mereka boleh memeilih profesi yang sesuai minat mereka.
      • Membuat model


Semoga secara bertahap namun pasti, semua sekolah dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.




sumber: modul 2 Pembelajaran Berdiferensiai Diklat PGP.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian GEAS

  Gambar peta diatas adalah gambar yang menjelaskan dimana saja penelitian sedang dilakukan Hallo teman-teman Assalamualaikum, salam sejahtera untuk kita semua  Tabik Pun..!Semoga nanti kalian semua lulus 100% Aamiin Apa itu GEAS? Global Early Adolescent Study atau biasa di singkat GEAS adalah sebuah penelitian untuk melihat kemampuan dan pengetahuan remaja usia SMP terkait Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas. Penelitian ini diusung oleh WHO dan Johns Hopkins yang dilakukan di 5 benua di dunia dan di beberapa negara termasuk Indonesia.  Di Indonesia, Penelitian GEAS dilakukan oleh Rutgers WPF Indonesia bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Penelitian GEAS Hanya dilakukan di 3 kota besar, yaitu Kota Bandar Lampung, Semarang, dan Denpasar. Dan untuk kota Bandar Lampung Penelitan GEAS dilakukan di Sekolah kita UPT SMPN 25 Bandar Lampung, SMPN 22 Bandar Lampung dan SMPN 13 Bandar Lampung bekerjasama dengan Rutgers WPF Indonesia , Universitas Gajah Mada (UGM), Perk...

Mengenalkan Profil Pelajar Pancasila dalam Pelayanan Konseling

  Mengenalkan Profil Pelajar Pancasila dalam Pelayanan Konseling   Pelajar atau Peserta Didik adalah aset negara yang sangat berharga. Mereka nantinya adalah para pemimpin di masa yang akan datang. Nama saya Lulu Yudhisinta Nuranggeraini. Pekerjaan saya adalah seorang Konselor di sekolah dan Konselor untuk masyarakat. Secara kedinasan saya bekerja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 25 Bandar Lampung. Tugas kami adalah memberikan Pelayanan Konseling kepada Peserta Didik agar dapat mengenal, memahami diri serta mengoptimalkan potensi. Tidak banyak yang mengetahui tentang profesi pekerjaan kami. Konselor di sekolah dulu di sebut sebagai Guru Bimbingan Konseling, sejalan dengan kemajuan Profesi Konseling maka saat ini dianjurkan untuk disebut sebagai konselor.   Penulisan konselor memiliki dua jenis, konselor dengan penulian huruf “k” kecil menandakan ia adalah konselor yang telah menempuh pendidikan akhir Strata 1 Bimbingan Konseling. sedangkan penulisan Konselor d...

Senangnya belajar di sekolah "Pertemuan Tatap Muka"

Assalamualaikum wr.wb Kepada yang terhormat orang tua wali murid yang sangat kami banggakan. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca pesan ini. Belajar adalah hal yang wajib untuk peserta didik, bernilai ibadah jika diniatkan untuk beribadah. Kami sangat senang dengan anak yang mau mempersiapkan hari pertama masuk sekolah sebaik mungkin. Sangat antusias, bersemangat untuk datang hadir disekolah. Hal tersebut pasti dikarenakan pendampingan yang telah ibu bapak lakukan sebagai orang tua / wali. Namun ada juga sebagian anak - anak yang menghindari datang ke sekolah.  Dengan alasan takut berbicara kepada pendidik di sekolah (guru-guru dan wali kelas). Atau takut datang kesekolah karna belum selesai mengerjakan tugas yang harus dibawa ke sekolah. Lalu.., sebagai orang tua atau wali, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi.. Pasti bapak ibu sudah tau apa yang akan dilakukan, untuk mencegah hal tersebut terjadi. Saya hanya menambahkan sedikit saja. Bahwa ji...